Aku meninggalkan mereka di ruang tamu, Mas Aryo kulihat menyerahkan amplop coklat. Bokep Korea Kadang-kadang ia memberikan uang belanja lebih padaku. Tak puas karena celana dalamku agak mengganggu, dengan cepatnya sekali gerakan dia melepaskan celana dalamku. “Apa syaratnya, Mas?” tanyaku penasaran.“Rupanya dia menyukaimu, dia minta izinku agar kamu bisa menemani dia semalam saja”, ucap Mas Aryo dengan pelan dan tertahan. Aku bagai disambar petir saat itu, aku tahu arti ‘menemani’ selama semalam. Sehingga secara tidak langsung akulah yang menjadi taruhan di meja judi. “Aryo tidak pernah cerita kepada saya, kalau ia memiliki istri yang begitu cantiknya. Dia hanya menjawab “Aku mencari penghasilan tambahan Rit”, jawabnya singkat.Mas Aryo makin sering pulang larut malam, bahkan pernah satu kali dia pulang dengan mulut berbau alkohol, jalannya agak sempoyongan, rupanya dia mabuk.




















