Kemudian aku masuk ke dalam salah satu dari tiga kamar di WC ini. Entah apa kalaupun kemudian aku yang menyerahkan diriku, apakah Jenny pasti dibiarkan lolos? Bokep Montok Kedua tangannya meraih sepasang payudaraku ini, dan ia meremas payudaraku dengan sepuas puasnya. Aku cuma bisa menggeleng gelengkan kepala, dan aku mencari baju seragam sekolahku dan memakainya. Aku makin tertegun melihat Vera juga terlihat asyik mengoral penis dari seorang lagi yang berdiri di sampingnya. “Ya sudah, sana duduk”, kata pak Gatot.Kami segera duduk, dan diam diam aku tersenyum geli. “Maaf pak, tadi saya sakit perut”, aku mencoba mencari alasan. Tadi kamu mengintip dengan Jenny kan”, tanya pak Edy sambil tersenyum menjijikkan.Kata katanya membuat aku serasa disambar petir.“Apa maksud bapak?”, dengan panik aku bertanya setengah membentak.Kedua siswa bejat yang masih asyik meremasi payudaraku ini tertawa mengerikan.“Sederhana Eliza, Jenny juga harus dibungkam. Aku balas membuka kancing bajunya, dan beberapa saat kemudian kami




















