Namun aqu sama sekali tak mengerti dgn apa yg d ibisikkannya. Lidya melepaskan pagutannya dan menatapku, Seakan tak percaya kalo aqu sama sekali tak bisa apa-apa.“Kenapa diam saja..?” tanya Lidya merasa kecewa atau menyesal karena telah mencintai laki-laki sepertiku.Namun tak.., Lidya tak menampakkan kekecewaan atau penyesalan Justru dia mengembangkan senyuman yg begitu indah dan manis sekali. Bokeb Tante Amanda dan Oom Joko juga berpakaian seperti mau pesta. Padahal banyak kawan-kawanku, terutama yg laki laki bilang kalo perempuan itu menaruh hati padaqu.Sebut saja namanya Lidya. Sabar sekali dia menuntun jari-jari tanganku untuk meremas dan memainkan bagian atas dadanya yg berwarna coklat kemerahan. Bahkan aqu tak protes ketika Lidya mengunci pintu kamar dan melepaskan bajuku. Kalo mengingat kejadian itu memang menggelikan sekali. Waktu itu aqu benar-benar bodoh dan tak tahu apa-apa. Suasananya sepi-sepi saja.




















