Aku hanya diam ketika dia melakukan hal itu, pikirku mungkin saja dia berubah pikiran. Bokeb kan bisa besok..”“Nggak bisa, kan kumpulnya besok pagi-pagi”Aku bergegas bangun dan mengambil peralatan mandiku tanpa menghiraukan ocehan yang terus keluar dari mulut Voni.“Ya udah, gue mandi dulu, loe nyalain tuh komputer!”Tulisan di layar komputerku sepertinya mulai kabur di mataku.“Gila, udah jam 1, tugas sialan ini belum selesai juga” gerutuku dalam hati.“Tok.. Kutatap BH hitamnya yang terlihat jelas dari balik kaos putih ketat yang membaluti tubuhnya yang agak bongsor itu sambil membayangkan dadanya yang juga montok itu. Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.Lega rasanya aku melihat pagar rumah kosku setelah terjebak dalam kemacetan jalan dari kampusku. mau keluar nih..” lirih kataku sambil memejamkan mata meresapi kenikmatan ini.“Bentar, tahan dulu Ko..”jawabnya sambil melepaskan kocokannya.“Loh kok dilepas?” tanyaku kaget.Tanpa menjawab pertanyaanku, Lydia mendekatkan dadanya ke arah penisku dan tanpa sempat aku




















