Sedangkan aku tetap diam, tidak memberikan reaksi apa-apa. Bahkan Mbak Indri menjanjikan macam-macam agar aku tidak terus menangis. Link Bokep Meskipun malam itu Linda mengenakan rok yang panjang, tapi belahannya hampir sampai ke pinggul. Tapi Linda malah membalasnya dengan sinar mata yang saat itu sangat sulit kuartikan.“Kenapa kau menciumku..?” tanyaku polos. Tidak ada yang istimewa. Karena apapun yang aku ingin minta, selalu saja diberikan. Apalagi oleh sesuatu yang aku sukai. Linda bersama Mamanya yang usianya mungkin sebaya dengan Ibuku. Dan aku selalu memanggilnya Tante Maya.“Bagus sekali anjingnya..”, piji Tante Maya. Bahkan aku sampai tertawa sendiri. “Ayo dong, jangan diam saja…”, bisik Linda disela-sela tarikan napasnya yang memburu. Dan sikapku juga terus seperti anak balita, walau usiaku sudah cukup dewasa.Pernah aku menangis semalaman dan mengurung diri di dalam kamar hanya karena Mbak Indri menikah.




















