“Mas minum lagi yah.. Aku bisikin..” kataku sambil menarik lengan dengan lembut. Bokep Mom Toh, memang ini penumpang yang terakhir. Aku antar dia mengambil surat-surat TKW-nya. Tak lama setelah keberangkatan Pipit aku pindah ke Jakarta. Tak disangka, malah tangan Pipit meremas jariku. Hanya ada anaknya yang masih kecil kira-kira 7 tahunan dirumah. Begitulah akhirnya kami sering bertemu dan menikmati hari-hari indah menjelang keberangkatan Pipit ke Malaysia. Tanganku turun dan meremas pantatnya yang padat. Air kendil seger lho..” begitu dia menyapaku. Aku terima saja gelasnya dan meminumnya. Dia tersenyum.. Dengan berbunga-bunga aku tersenyum dan setuju karena memang tidak ada acara lagi aku dirumah. Hanya ada anaknya yang masih kecil kira-kira 7 tahunan dirumah. Dia tersenyum.. Mengerang panjang sambil tangannya menjambak rambutku.. Diberikannya air putih itu, tapi mata Pipit yang indah itu sambil memandangku genit.




















