“Ohk!.., aduh Mas Ray, cuma bisa masuk seperempat…”“Ya udah Diana, udah deh jangan dipaksaain, nanti kamu tersedak.”Kutarik tubuhnya, dan kurebahkan ia di seat Kijangku. Kantornya “x” (nama koranku), khan. Vidio Sex Tanganku membuka kaitan BH hitamnya. Eh dia lebih galak.”“Dibalas lagi dong. Kantornya “x” (nama koranku), khan. Pulang lho! Dengan lincah Diana telah duduk di sampingku. Kami berdua pindah ke bangku tengah Kijangku.Aku cium kening Diana terlebih dahulu, kemudian kedua matanya, hidungnya, kedua pipinya, lalu bibirnya. Saat aku kembali, gerombolan Diana masih ada di sana.“Saya ke kantor dulu ya, memberikan kaset rekaman dan hasil photoku. Tubuhnya indah. “Mas Ray…, aahh…, mmhhaahh…, Aahh…” Dia kelojotan. Jangan malah selingkuh …” Teriak salah seorang temannya. Kami terus bercakap-cakap, sambil minum teh botol yang dijual pedagang asongan.Waktu terus berlalu. Hahaha.”Dia ikut tertawa.Aku mengambil rokok dari saku depan kemejaku, menyalakannya.




















