Yah Ananda” kataku polos. Bokep Indo “Ananda sebaiknya kita pulang yah” kataku pelan. “Sudah lama aku mendambakan kamu Ananda” bisikku mesra di telinganya. Dengan sopan aku menganggukan kepala kepada mereka, sambil tersenyum ramah. “Diet, sejak awal perkenalan di cafetaria, hatiku sempat berdetak entah kenapa” terangnya kemudian. Ananda datang bersama kedua orang tuanya untuk menikmati makam malam di salah satu cafe yang cukup terkenal di kota itu. “Selamat malam Om, Tante dan juga Ananda” tegurku sopan. “Diet, kalaupun banyak cowok yang mengejar-ngejar aku, aku punya hak juga khan buat menolak?” tanyanya lagi. “Aku nggak pernah membayangkan kalau aku bisa sedekat ini dengan dirimu” jelasku setelah bisa menguasai keadaan. “Banyak cerita di kampus yang mengatakan, kalau kamu orangnya cukup lembut setiap menghadapi cewek” tambahnya lagi. “Kamu tahu khan, kalau di kampus banyak cowok yang menaksir kamu” terangku kemudian.




















