Ternyata dia ada di pinggir kolam ikan, sedang menanam bibit jati. Aku biasa melihat Pak Pardi bekerja hanya memakai celana panjang dan tak berbaju, badannya keren sekali. Bokep Ternyata bagian bawah celana kolornya robek lumayan besar, sehingga salah satu biji pelernya sedikit keluar. Banyak sekali ikannya. Aku tak mensia-siakan kesempatan itu dan segera ikut nongkrong di depannya sambil berusaha membantu padahal tujuanku hanya ingin melihat kontolnya. “Lagi apa sih Pak Pardi?” tanyaku lagi. Akupun mengerang keras dan..Crott.. Maen apa Pak?”
“Pokoknya liat aja besok, di jamin Mas Win suka, malah pengen ngerasain”
“Ah Pak Pardi ini bikin penasaran aja” ujarku manja. Waktu itu aku berumur 16 tahun dan aku adalah anak seorang pejabat daerah.




















