Berulang kali dia menuntun tanganku ke dadanya yg kini sudan polos.“Ayo dong, jangan diam saja..”, bisik Lidya disela-sela tarikan napasnya yg memburu. Namun sebelumnya dia memberitahu kalo aku harus membalasnya dgn cara-cara yg tak pantas untuk disebutkan. Bokeb “Jangan lupa jam tujuh malam, ya..” kata Tante Amanda mengingatkan. Dan aku menurut saja saat dimintanya berbaring. Bahkan Mbak Indira menjanjikan macam-macam agar aku tak terus menangis. Kehangatan badannya begitu terasa sekali. “Kok Lidya nggak bilang sih..?”, aku mendengus sembari menatap Lidya yg jadi memerah wajahnya. Aku memang terlahir dari keluarga yg bisa dibilang cukup berada. Tiba-tiba saja Lidya. Dan aku menurut saja saat dimintanya berbaring. Namun nampaknya Lidya masih belum puas. Aku coba untuk menuruti keinginannya tanpa ada perasaan apa-apa.“Ke kamarku, yuk..”, bisik Lidya mengajak.




















