Tanpa pikir panjang lagi saya menyusul si Andi. Hampir setiap minggu saya nongol di kost-nya dan kita sering makan dan nonton bareng.15 Maret 1999 jam 17.00, saya sedang bekerja di kantor saya yang berlokasi di daerah Sudirman. Bokep Ojol Ketika itu, saya terkejut melihat sosok yang saya kenal: Andi. Dia tersenyum manis dan menyebut nomor HP tertentu. Saat itu entah bercanda atau tidak Andi menjawab, “Gua lebih baik kehilangan seorang temen daripada kehilangan Vivi…”Part 2: Kala cinta mulai bersemiMalamnya sekitar jam 9, saya langsung menelepon Vivi. Umurnya 23 tahun. Kemudian Vivi meninggalkan restaurant tersebut, membawa bersamanya semangat dan jiwa saya. Ketika jam dinding berdentang 10 kali, saya melihat kakaknya si Vivi dengan gelisah selalu melirik ke jam. Dia sendiri juga terlihat kaget melihat saya. “Yang duduk di meja sebelah… aduh… cakepnya… saya jatuh cinta pada pandangan pertama nih…” kata Andi.Saya cuma diam dan sedang melanjutkan tatapan saya.




















