Dengan cepat aku mloncat dan mmegangi tubuhnya yg nyaris trsungkur itu, mninggalkan sisa lamunan cabulku. Tak brapa lama aku kembali dngn sgelas air hangat dan mnghampiri tante Ivone yg tengah brsandar disandaran sofa. Bokep Tante Ivone brgelinjang saat tlapak tanganku mndarat dan meremas kedua payudaranya. Dengan senyum manis kearahku, tante Ivone mendekat dan brjongkok tepat didepan slangkanganku. “Kpalanya masih pusing ga tan!?” tanyaku. Kmudian scara prlahan Nita mnutup pintu kembali dan brlalu pergi. Tante Ivone sgera bangkit brdiri meninggalkan kontolku yg masih brdiri tegak. “Masuk angin kali tan, dahinya aga anget ne!? “Makasih ya Fad” ucapnya lemah sambil mletakan gelas dimeja yg ada didepannya. ” Iya,.., ayo diisep Fad.., aaaayooo “pinta tante Ivone dngn nafas taj tratur. “Mau dipijatin ga!?” tanyaku lagi.




















