Kadang dia cerita sendiri tentang kehidupannya. Bokep Thailand Tapi tidak jadi ku lakukan. “Kenapa aku yang bapak pilih?”“Hmmm…. Perih banget rasanya. Belum tidur?” tanyanya.“Gak bisa tidur pak…” aku kemudian duduk di sebelahnya.“Bapak kenapa belum tidur?” tanyaku balik.“Hahaha, saya habis makan malam… rokok dulu sebentar”“Owhh…” tanpa bertanya aku tentunya sudah tahu apa makan malamnya tersebut. Ingin rasanya aku menggunakan kesempatan ini untuk kabur melewati pintu tersebut. Tanganku terikat. Dia tampak meronta hebat ingin melepaskan diri. Darahnya yang begitu banyak ditampung pada sebuah baskom. Aku kemudian mencoba mengingat apa yang terjadi padaku sebelum tak sadarkan diri.Aku tadi mau pulang dari kampus. Oh tuhaaaaan!! Sumpah aku deg-degkan membayangkan akan diapakan oleh mereka. Aku sampai rela dibunuh dan dijadikan santapan mereka!




















