Ia amat sakit hati diperlakukan Pratiwi dan Rudi, dengan cara itulah ia membalasnya.Pratiwi terus digenjot Pak Jody, tulang berulangnya serasa dilolosi Pak Jody. Ia juga rajin olah kebugaran hingga perutnya tetap rata.Lalu Pak Jody menggeser mulutnya ke bawah pusar Pratiwi dan berhenti di lubang yang ditutup oleh bulu halus terawat itu. Bokeb Pak Jody adalah tukang kebun di rumah itu telah lama bekerja, tidak pernah ia diremehkan oleh majikannya terdahulu, tidak seperti Rudi dan Pratiwi yang sering memandang rendah kepadanya.Kalau dilihat, usia Pak Jody seusia orangtua Rudi yang telah berumur 68 tahun dan Pak Jody adalah juga penduduk asli di daerah itu. Mata Pratiwi hanya merem melek menikmati sentuhan Pak Jody yang nota bene adalah pembantunya itu. Bagaimanapun usianya saat ini, ia masih mampu untuk menaklukkan wanita, ditunjang dengan ilmu mistis pemikat wanita yang dimilikinya.Ia tahu, Pratiwi pun pada saat-saat tertentu pasti membutuhkan kemesraan dari Rudi.




















