“Pantas bajunya bau obat,” aku kelepasan bicara.Aku baru sadar setelahnya. Kami tidur berpelukan sampai pagi dan paginya kuantarkan dia ke Ciawi. Bokep Mom Ouhh,” Ia gelagapan membalas seranganku. Iapun mengangguk malu dan menundukkan mukanya.Aku sedikit terkejut ketika sadar bahwa ia tidak mengenakan bra di bawah kausnya. Kucium bibirnya dengan ganas. Aku dalam posisi setengah jongkok dengan tumpuan kedua lututku. Dia mendesah dan gerakannya sangat liar. Karena sudah tidak ada tempat duduk lagi maka aku duduk diatas ranjangnya. Jalan sudah mulai lancar, kupegang tangan kanannya. Saya akan temani. “Kalau mau begini saja. “Saya apoteker”. Aku tahu karena putingnya menonjol, membentuk bayangan satu titik di kausnya. Mikirin besok pagi”. Kutekan pantatku perlahan namun penuh tenaga. “Di Jakarta tinggal di mana?” tanyaku lagi.




















