Kukecup keningnya, selanjutnya aku beranjak menuju kamar Zahra dan Nadia. Penghasilanku sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan rumah tangga kami.Namun seiring berjalannya waktu, Yuni telah berubah di mataku. Bokep Thailand Di usianya yang masih 10 tahun, sudah terlihat wajahnya mengadopsi wajahku. Kemudian wanita itu membuka sepatuku, kaus kakiku dan tidak lupa menyuguhkan secangkir teh manis hangat dan sepiring kue kesukaanku. Aku segera berbaring ke tempat tidur yang telah rapi. Betapa capeknya dia selama ini mengurus ketiga orang anakku, dia melakukannya tanpa mengeluh sedikitpun. Sungguh, Yuni benar-benar membuatku jatuh cinta. Melihatnya, seolah aku sedang bercermin. “Mandi saja dek, tadi di kantor aku sudah makan”,Aku terpaksa berbohong, meski sebenarnya aku belum makan, pemandangan lusuh yang ada di mataku telah merusak selera makanku.Sementara di kantor, rekan-rekan wanitaku tampilannya modis dan wangi namun di rumah wanita yang menyambutku berbeda bagai langit dan bumi.




















