“Ah Mbak ini ada-ada aja”, kata Rini malu-malu. Petualanganku kuteruskan ke bagian bawahnya. Bokep Cina Akhirnya tibalah pengalaman kami ini. Setelah agak lama aku pun mulai lagi memainkan gerakan-gerakanku dengan gentle. Ia hanya mendesah, kadang menarik nafas panjang dan kadang badannya menggelinjang-gelinjang. Dalam keadaan telanjang bulat aku berdiri dan langsung memeluk Rini yang sedang memegang kamera. Sekilas cukup mencolok karena seragamnya yang cukup kontras dengan warna sekelilingnya. Ia pun segera duduk, sejenak dari raut wajahnya tampak keraguan terhadap situasi yang telah dialaminya. Aku sedang melaju kencang di jalan tol menuju arah Bogor untuk suatu keperluan bisnis. Siang di hari Sabtu itu terasa panas sekali, tiupan AC mobil yang menerpa langsung ke arahku dan ‘istriku’ kalah dengan radiasi matahari yang tembus melalui kaca-kaca jendela. Tampaklah dua bibir yang mengapit lembah cintanya dihiasi bulu-bulu tipis.




















