“Tidak apa-apa kok, normal kok” jawab Mia sambil tersenyum.Duh senyumannya membuat jantung saya berdegup dengan kencang. Bokep Tobrut Jam 8, dokter datang untuk memeriksa kondisi saya kemudian saya melanjutkan tidur.RabuRutinitas pagi hari kembali terulang, sarapan diantar lalu datang si pria yang meminta darah saya (udah kayak drakula minta darah) dan kembali suster Mia datang untuk memandikan saya.Kepala saya masih sakit walaupun tidak separah kemarin dan badah masih hangat. Ingin rasanya menciumnya. Tubuhnya langsing, rambutnya pendek, dadanya terlihat membusung dibalik baju seragam perawatnya.“Pak, mau dibersihkan daerah selangkangan?” suster Mia bertanya. Saya kembali membayangkan kenikmatan dimandikan oleh si cantik suster Mia. Masih lemas?” tanya Mia.“Sudah sehat, kan tadi sudah saya jawab” kata saya sedikit bingung. Saya langsung masuk ke unit gawat darurat dan tim medis langsung menangani saya.Darah saya diambil untuk dites dan sebuah infus dipasang dilengan kiri saya. Mia membungkukkan dadanya kearah saya dan saya langsung mencium bibirnya, saya




















