“Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin.Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Bokep Hot Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini. Hati ini menjadi luruh. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud (**) dan ‘iffah (***) sepertimu? “Lho, kok bilang gitu…?” selaku. Katanya mau kayak Rasul? Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.*******Sepekan sudah aku ke luar kota.




















