Dingin kota ini makin terasa. “Kamu tidak perlu melakukan itu.”
“Aku tidak ingin kamu sakit.”
“Aku sudah pakai jas hujan.”
“Itu tidak cukup.”
Lalu, sebuah mobil di seberang jalan membukakan pintu. Bokep Colmek Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri. Polos sekali. Apa yang ingin mereka lakukan? Anak laki-laki itu mengangguk saja. Mereka juga mengeluarkan sebatang rokok. Polos sekali. Polos sekali. Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan. Astaga. Dua jam berlalu, baru satu pengendara yang berhasil membeli kantong plastiknya. Apa yang ingin mereka lakukan? Anak laki-laki itu mengangguk saja. Malam semakin larut. Aku tidak mempermasalahkan orang-orang yang sering berjalan dengan lagak, atau orang yang kadang singgah mengencingiku, atau ketika aku jadi bahan lelucon karena sebuah mobil milik pejabat menabrakku.




















