Saat aku akan naik ke tempat tidur..“Pakai krem nggak Pak?” tanya Mbak Sxx.“Pakai!” jawabku singkat.“Kalau gitu sekalian dilepas aja CD-nya nanti kena krem”, kata Mbak Sxx.Karena sudah telanjur tidur telungkup dengan kaki rapat, “Tolong dong lepasin!”, seruku. Ya, tegang lagi. Bokeb Aku menggangguk saja, sepertinya capai banget, dia tersenyum saja melihat aku kelenger.“Kenapa ketawa?” tanyaku.“Nggak, itu keluarnya banyak banget dan itunya keras banget”,“Kamu bisa saja nyanjung, entar, kutambah nih tip-nya”, candaku.“Pak ini mau dikeluarin lagi?” tanpa sadar saat urut, rupanya perutku ditarik dari bawah ke atas (mungkin karena gravitasi, perutku buncit jadi turun sehingga perlu ditarik ke atas) tapi saat ditarik, ujung jari menyentuh kemaluanku. Untuk pinggang dia tidak menduduki pantatku lagi, karena banyak krem, takut bajunya kotor (sebelumnya aku protes kok nggak seperti tadi mijatnya?).Setelah itu dia kembali lagi ke pantat dan melakukan pijatan seperti tadi lagi, terpaksa aku protes keras.“Teteh!




















