“pura2 mabuk obat perangsang gitu..jd kamu kaya fly, tp tetap ada respon”,jelasku tetap mengulum senyum.Istriku tampak berpikir sebentar utk mencerna kalimatku.“maksud kamu buat…”,istriku berujar agak sangsi. Istriku pun ikut tertawa dan kembali mencubit perutku. Bokep Live Nakim sempat melirik kepadaku, kurespon dgn mengangkat jempolku sesaat. “Nah, kamu masukin ini kedalam teh manisnya”,tambahku sambil memberikan botol kecil bekas obat tetes mata kepada Nakim. Remasanku di dada montok istriku pun lbh jelas terlihat. “kamu ampe ngempet gt”,ujarku pelan.Nakim spontan membuka kakinya. Kuayunkan lagi penisku kini dgn ritme yg lebih cepat. Menurut istriku, Nakim cukup lama membelai dada dan memainkan puting istriku yg menonjol di kaos ketatnya. Tangan Nakim yg tadi membelai-belai paha istriku pun kini sudah mulai naik keatas, menuju daerah lembab di selangkangan.“enak ga,ma?”,tanyaku mesra.




















