Kulihat Indah masih tergeletak dalam keadaan tidur nyenyak di ranjangnya. Bokep SMA “Lha terus kenapa Mbak mau nginap denganku padahal aku kan nggak ngajak”, tanyaku dengan suara berbisik. “Terus yg mengantar Mbak ke bus di Balikpapan, suami yg ke berapa?”, tanyaku halus. Tapi kali ini aku ingin bereksperimen. Mengantisipasi cubitannya yg menyakitkan, kedua tangannya kutangkap dengan cepat. “Mbak sudah benar, kalau Mbak bangun dan membantuku, bisa-bisa tambah kacau”, kataku sambil memikirkan pekerjaan yg akan kuhadapi besok. Setelah kukenakan celana pendek kubuka pintu, ternyata yg ada dihadapanku adalah Indah yg telah kembali balik kekamar setelah keluar entah kemana dan berapa lama. Mungkin karena malu Indah segera melepaskan cubitannya. Kuperlambat gerakanku untuk memperpanjang babak ini. “Karena aku tahu bahwa kamu tipe pemuda gila kerja yg cuek dan jujur bukan tipe playboy perayu.




















