Aku melotot, protes. Bokep Arab Dia menyinggung banyak tempat-tempat kemana dia ingin membawaku, tetapi aku tersenyum saja, tidak memberi tanggapan positif. “Ssshh! Dua tahun yang lalu kita cuma teman asal lewat saja. Di luar sepi-sepi saja, hanya ada satu dua orang yang sedang berbelanja. Kelvin makan banyak sekali. Untuk buang kesal, aku jalan-jalan lihat mobil-mobil di showroom. “Enggak ada! “Ada barang lain yang masih diperlukan?” tanya Kelvin. Aku tunggu di luar sini. Sini bajunya aku bayar dulu.”
Aku pun berdiri di depan counter siap melakukan transaksi pembayaran. Keperluanku udah komplit.”
“Ayo kita cari makanan kalau gitu. “Ummm…” dia menatapku dengan tampang bersalah. Otakku saat itu tidak dapat berpikir dengan logis. Kami pergi ke Japanese Teppanyaki. Kelvin kepengin mengantar, suatu kebetulan bahwa Jumat adalah hari liburnya, selain Selasa.Aku bukan mau belanja.




















