Dewi mempercepat langkahnya.“Hei” sapa Dewi ketika masuk dalam rumahnya. Bokep Family Tedi terus bekerja keras, dia juga semakin dekat meraih klimaks syahwatnya. Pak Lambert berangsur mundur ke arah kursinya kembali, tetapi …“Pak guru!” dia mendengar suara “bapaknya” Fasa. Namun membayangkan akan dipuaskan oleh Tedi dan Reza, terasa memeknya seperti terkena sengatan listrik.“Dewi mau nggak?”
Dewi bangun dan menarik tangan suaminya. “Gak apa-apa Fasa… gak papa” sambil membelai kepala anak tunggalnya itu. “Ngapain kalian siut-siut?”
Dewi melihat Partodi cuman bersarung sambih berkaos oblong putih saja. Ibunya Fasa ambil tas suaminya, bapaknya maasuk kamar tidur. “Terima kasih mas Partodi”
“Ah gapapa kok mbak anak-anak sekarang nih emang pada nakal”
Partodi masuk ke dalam warung. Partodi jadi serba salah dibuatnya. Perlahan-lahan, Fasa mendorong pintu yang memang agak terbuka.Partodi mempercepat ayunan penisnya mengocok memek Dewi. Dia membuka lebar mulutnya agar bisa memasukan kepala penis Reza yang berukuran besar.




















