Bedanya, mereka bukan lagi mengagumi ketampananku, melainkan sedang menertawakanku.“Aduh, telingaku sakit, Nit.” protesku sambil berusaha melepaskan tangannya yang masih saja menjewerku.“Biarin, biar sekalian telinganya copot!” sahut Nita tanpa mempedulikan rintihan dan ringisanku.Emmmm…. Bokep Cina Ia mengerang dan mendesah menikmati cumbuanku di area tengkuk lehernya. Wanita itu berambut panjang dan tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya. Entar muka gantengnya ilang loh.”“Nita…” belum juga kami melangkah tiba-tiba ada seseorang memanggil dari arah belakang. Mimpi jorok ya?” serunya dengan wajah tak bersalah.“Kok gak sekalian kamu siram aku pakai bensin terus kamu bakar biar aku gak bangun selamanya.” ucapku masih kesal karena memang benar-benar sakit, bahkan aku merasa sepertinya kulit pantatku melepuh karena terbakar.“Iya, maaf..” ucapnya dengan wajah tertunduk merasa bersalah.Aku hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuannya, entah apa yang ada di otaknya sehingga dia bisa punya ide untuk membakar pantatku dengan korek gas dibalik celana jeans.Mimpi indahku berubah 180° saat aku

